Pages - Menu

Jumat, 04 November 2011

Sisterhood !!! HC

Oops .. saya mengkutip ini ^^



Hijabers Community, Bersyiar Melalui Fashion Taat Kaidah
Penulis : Wardah Fazriyati | Kamis, 11 Agustus 2011 | 13:25 Share :


Dian Pelangi, kanan, pendiri Hijabers Community bersama para muslimah pengurus HC.

KOMPAS.com - Hijabers Community, komunitas muslimah ini hadir dengan misi syiar Islam melalui busana muslim. Komunitas ini tampil berbeda untuk mencitrakan keindahan. Indah dalam berpakaian dengan busana muslim, juga dalam bersyiar kepada sesama perempuan. Meski dihujani pro-kontra, Hijabers Community (HC) nyatanya kian solid menyuarakan ketaatan terhadap ajaran, dengan sentuhan fashion di dalamnya.

Dian Pelangi, desainer busana muslim berusia 20 ini, berinisiatif mendirikan HC bersama rekannya, Ria Miranda. Tepatnya Maret 2011 komunitas ini resmi diluncurkan. Kemudian, atas kolaborasi 30 perempuan muda berhijab, komunitas ini fokus melakukan syiar dengan cara lebih modern, bergaya khas anak muda, namun tetap patuh pada kaidah.

"Pendirinya dua orang, lalu kemudian komunitas berkembang di grup BlackBerry, dengan Jenahara Nasution sebagai penggagasnya. Kini Hijabers Community memiliki ribuan anggota melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah anggota. Kita masih menyiapkan aturan yang lebih jelas dalam menyeleksi anggota, termasuk kartu keanggotaan. Seleksi anggota lebih kepada sejauhmana komitmen anggota dalam menggunakan hijab. Bukan sekadar ikut-ikutan mengenakan hijab, sekadar eksis, namun tak memiliki komitmen serius dalam berbusana muslim, berhijab, sesuai kaidah," jelas Dian kepada Kompas Female di sela talkshow Hijabers Community di Masjid At Tin, Jakarta beberapa waktu lalu.

Saling mengingatkan dan berbagi inspirasi

Tujuan HC sejak awal berdiri memang untuk menjadi tempat berbagi dan saling memberikan inspirasi, termasuk dalam berbusana muslim. Fashion busana muslim menjadi pengikat komunitas ini. Namun bukan sekadar penampilan yang menjadi fokus kegiatan. Sejumlah talkshow, pelatihan mengaplikasikan kerudung dengan cara yang lebih indah dan gaya juga diberikan.

"Prinsipnya, citra Islam bisa ditampilkan lebih indah, termasuk dari gaya busana. Keindahan gaya busana muslim inilah yang bisa menjadi pemicu bagi perempuan lain untuk kemudian berhijab. Ini adalah juga bagian dari syiar. Anggota komunitas juga bisa saling berbagi pengetahuan seputar agama Islam, mau pun berbagai hal seputar kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan aturan Islam. Ini adalah cara kita bersyiar, dengan kemasan yang berbeda, lebih dekat dengan dunianya anak muda," lanjut Dian menyebutkan, syarat utama menjadi anggota HC sederhana saja, berkomitmen berhijab (menggunakan busana muslim secara utuh, tidak on-off, dan bukan sekadar berjilbab).

Eksistensi muslimah
Berawal dari keinginan mensyiarkan busana muslimah yang gaya sesuai kaidah, HC menjadi magnet bagi banyak perempuan muda. Kepengurusan menjadi agenda penting agar komunitas lebih terarah.

Adalah Jenahara terpilih sebagai Ketua Hijabers Community. Kepengurusan penting, karena nyatanya perempuan muda di berbagai daerah, mulai Bandung, Yogyakarta, hingga Makassar ingin bergabung dan mendirikan komunitas di bawah bendera sama di daerahnya.

"Saat ini HC daerah yang resmi dan sesuai misi ada di Bandung dan Yogyakarta. Selebihnya, masih dalam proses pendirian. Kami ingin, komunitas ini tak sekadar asal berdiri. Namun juga memiliki semangat yang sama untuk bersyiar. Bukan sekadar eksistensi. Kami menyeleksi permintaan pendirian HC di daerah. Syaratnya sederhana, mereka komitmen berhijab dan memiliki kegiatan syiar Islam yang jelas dan konsisten," jelas Dian.

Menurut Dian, kehadiran Hijabers Community (HC) diharapkan bisa menonjolkan eksistensi perempuan muda berhijab. Bukan sekadar eksis dengan gaya busana muslim yang modis. Namun juga muslimah bisa tampil bersyiar, dengan cara yang berbeda, melalui fashion dan kegiatan Islami bergaya anak muda.

Anggapan miring

Anggota HC kebanyakan adalah perempuan muda di bawah 30 tahun. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang. Mulai mahasiswi, ibu rumah tangga, karyawan, profesional, dan 50 persennya adalah desainer busana muslim dari berbagai kota di Indonesia.

"Ada yang memandang kami sebagai 'sosialita' berjilbab. Karena gaya berpakaian kami dan penampilan yang modis. Selain juga karena kami sering berkumpul di mal atau cafe. Padahal, kalau pun kami berkumpul di mal, tujuannya jelas, kami berdiskusi mengenai berbagai hal seputar Islam. Berbagi pengetahuan, termasuk juga soal busana muslim. Kami juga saling mengingatkan jika ada anggota yang kurang tepat cara mengenakan busana muslim. Misalnya pada bagian tubuh tertentu tidak tertutup sesuai kaidah. Syiar bisa dilakukan di mana saja, tanpa perlu membatasi diri. Kami juga sering mengadakan kegiatan di Masjid," tutur Dian menyayangkan anggapan miring terhadap kehadiran komunitas ini.

Mengangkat citra busana muslim
Justru, kata Dian, HC mewadahi desainer muda busana muslim untuk eksis dan memberikan lebih banyak pilihan untuk berbusana Islami.

"Busana muslim yang kami pakai adalah buatan lokal. Ketika busana rancangan kami disukai anggota, artinya komunitas ini mengangkat industri busana muslim lokal. Selain juga menyebarluaskan syiar dari busana muslim yang dikenakan," lanjutnya.

HC punya mimpi, melalui berbagai kegiatan dan eksistensinya, fashion busana muslim di Indonesia bisa menjadi kiblat dunia.

"Allah menyukai keindahan. Meski indah ditafsirkan berbeda dan relatif pada setiap orang. Keindahan berbusana muslim dengan gaya lebih modis dan modern, memberikan kenyamanan, memerhatikan kaidah dan pakemnya sesuai aturan Islam, itu yang kami yakini di HC. Kami menutup aurat namun tetap fashionable," kata Dian yang memahami perbedaan penafsiran mengenai gaya busana muslim. "Selama tidak menghakimi orang lain, rasanya setiap orang bebas menafsirkan keindahan dan gaya dan pakem busana muslim. Kita sama-sama belajar," tambahnya.

Untuk memastikan anggota HC menerapkan aturan berhijab yang benar, ada peran Hijab Police di HC. "Pesannya, kita saling mengingatkan. Di sini lah peran Hijab Police," kata perempuan kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 ini.

Berkegiatan rutin

HC memiliki sejumlah kegiatan rutin. Seperti pengajian rutin bulanan yang diadakan bergantian di rumah anggota HC.

"Saat menggelar kegiatan rutin, seperti pengajian, ada dress code nya. Sehingga setiap orang bisa berkreasi dengan gaya busana muslim sesuai pakem namun tetap gaya. Biasanya pengajian rutin bulanan diikuti 50-70 orang," jelas Dian.

Ada juga Hijab Class, kali ini dipungut biaya Rp 150.000-200.000 per orang. Jika ada teman kantor atau kelompok pertemanan yang ingin belajar berhijab, bisa juga mengajukan permintaan kelas Hijab melalui HC, lanjut perempuan yang menikah muda di usia 20 ini.

Ajang silaturahmi HC juga biasanya dilakukan di pusat belanja khusus busana muslim. Para anggota HC, yang juga desainer busana muslim, seringkali menggelar bazaar di Muslim Fashion District (Moshaict) di kawasan Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta, kata Dian.

Di Moshaict, perempuan muda berhijab bisa berbagi pengetahuan seputar fashion busana muslim, termasuk cara berpakaian yang sesuai kaidah untuk muslimah.

Informasi kegiatan:
Fanpage Facebook Hijabers Community

Pengurus Hijabers Community:
Ketua: Jenahara Nasution
Wakil Ketua: Ria Miranda, Adritia Pratami
Sekretaris: Nio Hasibuan
PR & Marketing: Nalia Rifika dan Sendy Monarchi

Sekretariat: Moshaict, Cikini, Jakarta
Editor :
wawa
Source : http://female.kompas.com/read/2011/08/11/13253987/Hijabers.Community.Bersyiar.Melalui.Fashion.Taat.Kaidah

Sabtu, 04 Juni 2011

announcement

Hari ini Sabtu, 04 Juni 2011 adalah pengumuman hasil kelulusan.Kami angkatan GALAXCIST 88 alhamdulillah lulus 100% dari sekolah MUALLIMAAT/ KWEEK SCHOOL PUTRI YOGYAKARTA.Semoga kedepannya akan lebih baik. amin ..
Thanks for all !
--- TAAK TO PLEZIER ---

Senin, 16 Mei 2011

THE WHY YOU LOOK AT ME – CHRISTIAN BAUTISTA

No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes see everything without a single word
CHORUS
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
If I could freeze a moment in my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock, make time stands still
'Cause, baby, this is just the way I always wanna feel
CHORUS
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
BRIDGE
I don't know how or why I feel different in your eyes
All I know is it happens every time
CHORUS
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
The way you look at me

Minggu, 08 Mei 2011

KPOP - DramKor

Tau nggak? seumur - umur gua suka sama yang namanya KPOP, itu nggak lepas dari pengalaman gua nonton dramkor yang di tanyangin di salah satu stasiun televisi Indonesia itu looh .. tau kan? ( I******r ) hehehe ... yang paling nge jleeeb si Full House !!!! aduuuuh badai banget deeeh :)

Sabtu, 07 Mei 2011

gorgeous

Rain is the best actor, dancer etc! gorgeous.

REMAJA

Suatu kedewasaan bukan diukur dari fisik atau umur saja tapi pola fikir dan tingkah laku seseorang yang mulai bisa memahami keadaan sekitarnya untuk lebih diperhatikan.Dan perlu keikhlasan dalam menjalani proses menjadi manusia yang berpolafikir dewasa.Maaf, belum tentu orang yang sudah tua itu bisa berpola fikir dewasa, karena saya ingatkan lagi bahwa kedewasaan itu bakan diukur dari fisik atau umur seseorang.
Remaja, begitulah tahapan setiap orang menuju kedewasa. Kita khususnya para remaja biasanya tak mau atau tidak suka apabila dirinya disama samakan dengan teman sejawatnya yang mempunyai kemampuan lebih dari padanya.Karena setiap manusia dianugerahi skill yang berbeda.

Sepetik Opini Saya

Kita sebagai manusia yang dilahirkan di abad yang mengharuskan persaingan hidup yang ketat ditunjuk untuk terus menanggung jawabkan pendidikan yang harusnya semakin maju, bukan hanya bergantung pada perilaku hedonis [hura hura] yang kini kerap disinggung dimana pun dan kapan pun.Oleh karena itu marilah kita para pelajar Indonesia bersatu untuk memajukan sistem pendidikan menuju lebih mutakhir, berawallah dengan tidak mengikuti tawuran, pacaran tanpa batas, dan yang paling penting adalah pengendalian diri terhadap sikap atau perilaku.
Di waktu yang semakin cepat berputar ini dan bumi yang semakin menua, mari kita mengatur pola hidup yang awalnya acuh tak acuh terhadap lingkungan menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan karena semua itu akan terasa manfaatnya jika kita lakukan dengan tulus untuk diri kita dan dunia.
Ingatlah semua yang kita lakukan tak ada yang sia - sia.
Selamatkan bumi dengan perilaku baik kita !!

Kamis, 28 April 2011

Kamis, 31 Maret 2011

Ma Footstep

Aloooohaaaa ... ! *badnews

Would you like to accompanying me ? go to Ramai Mall jus ?
me : Hah? jam segini ? *bisik bisik
Yes, what's wrong girl ?
me : Udah sore ndul.
Yes, LU GUE CATET! nih loh makanya pake bahasa


Sial, kena catet mahkamah lughah ! hahaha Tapi nggak papa masih panjang joooosss your footstep, perbaiki joooss!!




(salam)


Selasa, 29 Maret 2011

Outbound

Thursday, March 24, 2011

in the outbound Tlatar, Boyolali.      * joyful

Jumat, 11 Februari 2011

jumat perpulangan

WAH WAH WAH ... seru juga maen bersama 6 bidadari *wek wek wek hahhha .. !! @mupymupy @shavyasarah @LISTYAL risya, tata, qonita

Jumat, 04 Februari 2011

Nice News

LIMA Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan olahan jamur tiram sebagai pengganti daging dalam burger.
“Jamur tiram memang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, tetapi pengolahannya baru sebatas dijadikan sate, tongseng, maupun keripik. Kami mencoba melakukan diversifikasi dengan mengolahnya menjadi bahan pengganti daging dalam burger,” kata Ahmad Bayu Hartono, salah seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang mengembangkan burger jamur tiram Ahmad Bayu Hartono di Yogyakarta, Kamis (23/9).
Selain Ahmad Bayu Hartono, empat mahasiswa lainnya adalah Aris Misbah, Dyah Retna Wulandari, Endah Putri Hadia, serta Endang Febrianti.
Ahmad mengatakan burger yang diberi label ‘Tirex Burger’ tersebut merupakan makanan yang rendah kolesterol karena tidak menggunakan daging sebagai isi burger.
“Jamur tiram hanya mengandung lemak sebanyak 0,17 persen. Selain itu, kandungan karbohidratnya rendah, sehingga produk tersebut aman untuk dikonsumsi penderita hipertensi dan diabetes,” katanya.
Menurut dia untuk menjaga ketersediaan jamur tiram, ia dan keempat temannya memiliki kebun jamur tiram di Cangkringan, Sleman.
“Kami memiliki kebun jamur sendiri yang berada di Desa Cangkringan, tiap harinya mampu memanen sampai 25 kg. Sisa jamur yang tidak digunakan untuk burger diolah menjadi keripik jamur dan dijual,” katanya.
“Omzet yang dihasilkan dari penjualan burger jamur tiram tersebut sekitar Rp 20 juta dalam satu bulan,” katanya.
Menurut dia, untuk memperluas jaringan pemasaran, dirinya dan keempat temannya akan membuka gerai di Medan dan lima kota lainnya.
“Kami akan mengembangkan tempat usaha dengan membuka gerai baru di Medan pada awal Oktober 2010,” katanya.

*Sorry I did not cite the source of this article, sorry I forgot it

Sabtu, 01 Januari 2011

Bambang Pamungkas20

JANGAN RENGGUT GARUDA DI DADAKU

Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 15 December 2010,

Nama saya Bambang Pamungkas, pekerjaan saya adalah pemain sepakbola, dan saya hanyalah lulusan jurusan IPS dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga. Dengan latar belakang yg saya sebutkan tadi, maka saya katakan dengan jujur, jika saya adalah pribadi yg tidak begitu mengerti atau boleh dikatakan buta terhadap masalah hukum, tata negara maupun undang-undang di negeri ini…

Salah satu hal yg paling saya hindari dalam kehidupan saya adalah, mengeluarkan pendapat atau berkomentar pada hal-hal diluar bidang yg saya tekuni. Disamping karena keterbatasan pemahaman saya, hal itu juga saya khawatirkan akan menimbulkan persepsi yg salah terhadap hal-hal tersebut..
Akan tetapi hari ini, ada sebuah hal yg sangat menggelitik hati dan perasaan saya. Sebuah hal yg menurut saya tidak seharusnya dipermasalahkan. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut menjadi sebuah perdebatan publik yg cukup panas, sehingga menimbulkan pro dan kontra di khalayak ramai..
Hal tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah digugatnya keberadaan lambang garuda di dada kiri seragam tim nasional Indonesia, seragam yg selama ini saya (Atau kami lebih tepatnya) kenakan dalam setiap pertandingan. Sebuah lambang, yg dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yg kemudian di disempurnakan oleh Presiden pertama republik ini, yaitu IR. Soekarno..
Adalah seorang pengacara bernama David Tobing yg menggugat kepantasan lambang kebanggan negara Indonesia tersebut menempel di seragam tim nasional Indonesia. Terkesan aneh dan mengada-ada memang, akan tetapi saya yakin jika saudara David Tobing mempunyai argumentasi yg menurut dia benar, sehingga nekat melakukan hal tersebut…
Hal pertama yg melintas di benak saya adalah, gugatan tersebut terkesan salah alamat jika hanya di tujukan kepada tim nasional sepakbola Indonesia. Karena sepanjang apa yg saya tahu dan mengerti, tidak hanya cabang olahraga sepakbola yg menyertakan lambang garuda di seragam nya. Khusus untuk tim nasional sepakbola, lambang garuda itu sendiri sudah ada sejak tahun 1956, ketika tim nasional Indonesia berlaga di olimpiade Melbourne…
Setiap cabang olah raga yg membawa nama Indonesia baik dalam apapun eventnya, “HAMPIR” semuanya menempelkan lambang kebanggan negara tersebut di seragam mereka (Silakan koreksi jika saya salah). Sehingga alangkah lebih tepatnya jika gugatan tersebut di tujukan kepada KONI, yg dalam hal ini menjadi induk organisasi dari seluruh cabang olahraga di negeri ini..
Sehingga, jika memang pencantuman lambang garuda itu melanggar aturan hukum di negeri ini. Maka biarkanlah KONI yg dalam hal ini berkewenangan memberikan himbauan kepada seluruh cabang olahraga, untuk menghapus lambang garuda tersebut, dari setiap seragam yg dikenakan oleh atlet dari seluruh cabang olahraga yg mewakili negara kita.. .
Jika kita perhatikan dengan seksama, ketika 11 pemain nasional tengah berada di tepi lapangan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Maka barisan pemain tersebut, tidak ubahnya seperti kibaran bendera merah-putih, dengan baju merah menyala, celana dan juga kaos kaki berwarna putih. Warna itu memang sengaja di pilih, agar tim ini mempunyai ciri khas yg mampu melambangkan identitas bangsa ini, yaitu sangsaka merah-putih…
Dan jika lambang garuda tersebut, tidak tidak pantas berada di seragam kami. Apakah kami juga harus menanggalkan seragam kebesaran kami tersebut..?? Karena sepanjang apa yg saya mengerti (Sekali lagi silakan koreksi jika saya salah), kedudukan bendera merah putih lebih tinggi dari lambang garuda itu sendiri, atau setidaknya saya yakin tidak lebih rendah. Dengan demikian, maka rasanya kamipun juga tidak pantas menggunakan dua warna kebesaran tersebut…
Terlepas dari pantas atau tidaknya lambang negara tersebut melekat di dada diri kami, saya ingin sejenak mengajak rekan-rekan untuk meninggalkan polemik yg tengah hangat merebak tersebut. Saya ingin sedikit mengungkapkan tentang arti dari lambang burung garuda tersebut di hati kami, iya di hati para pesepakbola nasional yg berjuang mewakili nama bangsa dan negara…
Bagi kami, lambang garuda itu tidak hanya sebuah simbol, akan tetapi juga sebuah pemacu semangat yg tidak ada duanya. Kami memang bangga menggunakan seragam berlambangkan klub kami masing-masing, akan tetapi rasa bangga itu tidak akan pernah sebanding dengan kebanggan kami ketika menggunakan seragam merah-putih berlambang burung garuda…
Terkadang kami memang harus tersungkur, sehingga lambang garuda itu harus kotor oleh tanah dan debu. Sesekali kami juga harus bersimbah-darah, sehingga mungkin lambang garuda itu terkena percikan darah kami. Dan juga sudah barang tentu kami akan berkeringat, sehingga lambang garuda itu basah oleh tetesan keringan kami. Akan tetapi, itu adalah bagian dari cerminan totalitas serta loyalitas kami dalam berjuang atas nama bangsa dan negara ini…
“Memang tidak semua pertempuran dapat kami menangkan, dan juga tidak setiap saat kami mampu memberikan kebanggaan bagi negara ini. Akan tetapi setidaknya, kami adalah anak-anak bangsa yg berjuang dengan tulus ihklas dan sepenuh hati untuk mengharumkan nama tanah tumpah darah yg kami cintai”
Oleh karena itu, secara pribadi maupun sebagai kapten tim merah-putih mewakili seluruh komponen di dalam tim ini, kami mohon “Jangan renggut lambang garuda itu dari kami”. Karena lambang garuda itu telah menjadi saksi dari penjalanan panjang kami, lambang garuda itu telah menemani kami dalam setiap pertempuran kami, dan burung garuda itu adalah sahabat kami yg paling setia baik dalam kepedihan, kebahagiaan, kekalahan maupun kemenangan…
Terlepas dari segala perdebatan dan kontroversi yg meyelimuti seragam yg kami kenakan, hal tersebut tidak akan pernah mengurangi semangat, kebanggan, komitmen serta dedikasi kami dalam berjuang atas nama Indonesia…
Karena pada kenyataannya, simbol burung garuda berwarna emas tersebut “Sudah menjadi bagian dari jiwa dan raga kami”
Selesai..



Source : bambangpamungkas20.blogspot.com

Blog Archive